kasihnya laksana bulan
menerangikan kala kegelapan
membina lorong-lorong kecemasan
Dari mata ibu
kasihnya laksana awan
mamayungiku kala terik
menghembuskan angin salju
Dari mata ibu
kasihnya laksana mentari
mengerahkan kala tak maya
sumber tenaga untuk berjaya
Dari mata ibu
tusukkan duri bisa padanya
perit itu peritnya
tatkala duri manja mengguris anaknya
manja itu racun baginya
Dari mata ibu
sayangnya tinggi menggunung
risaunya setajam pisau
yang menyirat-nyirat di benak
doanya dulu,kini dan kelak
untukmu wahai anak
Dari mata ibu
tidak terbalas jasamu
syurga Dia melambaimu
No comments:
Post a Comment